#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }

Selasa, 13 Oktober 2009

SALAH NALAR

SALAH NALAR
Disampaikan oleh
Mustari

Salah Nalar
  • gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar.
  • Salah nalar ketidaktepatan seseorang mengikuti tata cara pikirannya.
Penyebab salah nalar-1
Deduksi yang salah: Hal ini terjadi karena salah mengambil simpulan dari suatu silogisme dengan diawali oleh premis yang salah atau tidak memenuhi syarat.
  • Pak Ruslan tidak dapat dipilih sebagai lurah di sini karena ia miskin
  • Bunga anggrek sebetulnya tidak perlu dipelihara karena bunga anggrek banyak ditemukan dalam hutan
  • Dia pasti cepat mati karena dia menderita penyakit jantung.
Penyebab salah nalar-2
  • Generalisasi Terlalu Luas: Jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi.
  • Gadis Bandung cantik-cantik
  • Kuli Pelabuhan jiwanya kasar
  • Orang Makasar pandai berdayung
Penyebab salah nalar-3
  • Pemilihan terbatas pada Dua Alternatif yang tidak tepat.
  • Engkau harus mengikuti kehendak ayah, atau engkau harus berangkat dari rumah ini.
  • Dia membakar rumahnya agar kejahatannya tidak diketahui orang.
  • Engkau harus memilih hidup di Jakarta dengan serba kekurangan atau hidup di kampung dengan menanggung malu.
  • Lebih baik mati sengsara dari pada hidup menderita.
  • Kamu harus menikah dengan Pak Roni yang tua bangka atau engkau harus angkat kaki dari rumah ini.
Penyebab salah nalar-4
  • Penyebab yang salah nalar, yakni kesalahan menilai sesuatu yang menyebabkan bergesernya maksud.
  • Matanya buta sejak beberapa waktu yang lalu. Itu tandanya dia melihat gerhana matahahri total.
  • Sejak ia memperhahtikan dan membersihkan kuburan para leluhurnya, ia hamil.
  • Kalau ingin dikenal orang, kita harus memakai kaca mata.
  • Kalau ingin tau aktor hebat dialah aku.
  • Kalau ingin pintar pergilah ke dukun.
  • Oran pintar minum Tolak Angin.
  • Kalau tahu orang tampan, lihatlah Malik
Penyebab salah nalar-5
  • Analogi yang salah: yakni kesalahan menganalogikan sesuatu.
  • Sumini, seorang alumni UIN, dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Oleh sebab itu, Tata, seorang alumni UIN, tentu dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
  • Pada hari Senin, langit di sebelah barat menghitam, angin bertiup kencang, dan tidak lama kemudian turun hujan. Pada hari Selasa, langit sebelah barat menghitam, angin bertiup kencang, dan tidak lama kemudian turun hujan. Pada hari Rabu, langit sebelah barat menghitam, angin bertiup kencang. Hal ini menandakan bahwa tidak lama lagi akan turun hujan.
Penyebab salah nalar-6
  • Argumentasi Bidik Orang, yakni disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
  • Program KB tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas KB itu mempunyai anak enam orang.
  • Kamu tidak boleh menikah dengan Diana karena orang tuanya mantan penjahat.
  • Dapatkah ia memimpin kita kalau dia sendiri belum lama ini bercerai dengan isterinya.
Penyebab salah nalar-7
  • Meniru-niru yang sudah ada:
  • Peserta penataran boleh pulang sebelum waktunya karena para undangan yang menghadiri acara pembukaan pun sudah pulang semua.
  • Siswa SMU seharusnya dibenarkan mempergunakan kalkulator ketika menyelesaikan soal matematika sebab profesor pun menggunakan kalkulator ketika menyelesaikan soal matematika.
Penyebab salah nalar-8
  • Penyamarataan para ahli. Hal ini disebabkan oleh anggapan orang tentang berbagai ilmu dengan pandangan yang sama.
  • Perkembangan sistem palayaran kita dapat dibahas secara panjang lebar oleh Ahmad Waton, seorang tukang kayu yang terkenal itu.
  • Pembangunan pasar swalayan itu sesuai dengan saran Toto, seorang ahli di bidang perikanan.

0 komentar:

Posting Komentar

mau komentar...monggo

MY WIDGETBLOG

Banner Exhange!
Kopi kode di bawah ini untuk memasang banner/button tersebut
 

FOLLOWERS

TUKERAN LINK

MAU TUKERAN LINK MA AQ NI DIA BANNERQ : Banner Exhange!
Kopi kode di bawah ini untuk memasang banner/button tersebut KALO UDAH KONFIRMASI LEWAT SHOUMIX OK!

IT'S BLACK Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template